Virus blogger, cepat jenuh
Ngomong masalah blogger saya termasuk pendatang baru alias pemula, kalaupun ada yang mampir (tidak sengaja) di halaman “rumah” saya itu pasti belum merasa nyaman karena taman dan pohon-pohon kecil serta kembang-kembang yang biasanya satu paket dalam taman tersebut belum ada (seadanya) mungkin boleh dikatakan masih gersang.
Saya selalu iri jika mampir di halaman orang lain dan hati saya selalu bergumam begitu indah dan menyenangkan serta tuan “halaman”-nya ramah, menyapa setiap tamu yang singgah di “beranda” miliknya, menu yang disuguhkan juga tidak kalah menarik membuat kita betah berlama-lama berada di tempat itu dan tidak lupa meninggalkan “oleh-oleh” berupa pesan yang baik di tempat tersebut.
Mungkin itulah cara seorang blogger yang “mapan” dalam meramu dan memelihara blognya tidak angin-anginan panas-panas tahi ayam seperti saya, yang kadang kalau inget nulis udah sepotong tinggalin lagi, akhirnya tidak pernah jadi sebuah tulisan yang baik. Kalau merujuk sebuah artikel di www.Okezone.com dengan judul Blogger Indonesia gampang jenuh bukan tanpa alasan karena kesimpulan itu di dapat saat pemaparan sebuah studi yang bertajuk ’survei blogger Indonesia 2009′ oleh perusahaan konsultan Indopacific Edelman dan Komunitas Blogger Blogfarm dari riset itu terungkap tahun pertama intensitas aktivitas dalam mengupdate blog tergolong tinggi, 24 persen dan tahun kedua ada peningkatan menjadi 25 persen namun tahun ketiga turun drastis menjadi 15 persen dalam hal merawat dan mengupdate blognya.
Mungkin saya termasuk yang gampang jenuh tersebut, kalau dilihat waktu saya sangat banyak mempunyai waktu untuk melakukan aktivitas penulisan. bisa juga karena keterbatasan ilmu dalam menulis karena walaupun sudah duduk di depan komputer malah bingung mau bulis apa, kadang juga kalau sudah ngetik arahnya kemana-mana tidak jelas, jangankan orang lain saya sendiri yang menulisnya tidak mengerti apa yang saya tulis tersebut, sahabat saya selalu memprovokasi dan memotivasi agar jangan menyerah, ’saya juga seperti itu bahkan lebih parah dari kamu’ begitu katanya seraya terus menyemangati. Insya Allah kedepan akan lebih baik lagi.
Dagang Sapi
Dengan Lahirnya Partai Keadilan Sejahtera (dulu PK) awalnya sih berharap banyak ada penyeimbang sejalan dengan munculnya puluhan partai di negeri ini. Partai dengan slogan bersih, peduli, professional itu telah menjadi harapan ummat Islam, dalam kurun waktu 5 tahun mengawal pemerintahan dengan track record yang lumayan baik karena tidak satupun kader PKS yang tersangkut masalah terutama masalah Korupsi yang menjadi trend para pejabat kita baik di parlemen maupun di pemerintahan.
Seusai Pemilihan anggota legislatif (pileg) PKS berhasil menempati ururan ke-4 dengan menempatkan 57 kadernya di Senayan atau meraih suara 7,88 % suara, suatu prestasi yang lumayan dan meningkat dibanding dengan pemilu 2004 lalu, walaupun tidak sesuai dengan target yang di rencanakan kalau tidak keliru 15%.
Namun yang saya sayangkan adalah para petinggi partai ini sudah terjebak dalam permainan Politik Dagang Sapi, Power Sharing yang terkesan haus kekuasaan kami sebagai konstituen PKS muak mendengar Ustadz-ustadz kita berkomentar tentang koalisinya dengan PD yang kader-kadernya “terlalu sombong” dan bertolak belakang dengan “komisarisnya” sendiri.
Itulah politik kejam, sadis tidak mengenal haral dan haram, mungkin juga politik (divide et empera) yang populer dan berhasil di zaman belanda itu menjadi acuan penguasa untuk memecah belah ummat Islam, coba kita perhatikan dari tiga capres/cawapres tidak ada yang mewakili aspirasi ummat islam secara utuh, semuanya abu-abu, kalau PKS tidak cepat bersikap dan kembali ke dasar perjuangan awal didirikan partai ini saya sangat haqul yakin PKS sebagai harapan ummat islam akan ditinggalkan oleh konstituennya yuang notabene adalah ummat islam.
-
Archives
- August 2009 (1)
- June 2009 (2)
- May 2009 (3)
- April 2009 (4)
- March 2009 (1)
- February 2009 (3)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS
Sekitar pukul 22.00 tadi malam aliran listrik di rumah saya (Pondok Gede) dan sekitarnya padam, gelap gulita, anak-anak nangis karena mungkin kegerahan dan ketakutan……. Saya coba beberapa kali telepon 123 (call centre PLN) harpannya saya bisa mendapatkan informasi tentang kejadiannya ini supaya bisa prepare minimal untuk penerangan rumah, namun hanya nada sibuk yang saya dapatkan hanya terdengar di ujung telepon.




